jum'at, 13 November 2009 , 12:53:00
BANDUNG, (PRLM),-Belasan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) cabang Bandung melakukan aksi terkait polemik kasus korupsi dan penegakan hukum di Indonesia, di pintu masuk Gedung Sate Jln. Diponegoro Kota Bandung, Jumat (13/11).
Dengan membawa poster-poster bernada kritikan terhadap pemerintah, mereka berorasi sembari duduk-duduk di depan gerbang di bawah penjagaan polisi. Selain berorasi, mereka meminta anggota dewan untuk menandatangani tuntutan yang mereka sampaikan.
Lima tuntutan yang disampaikan para aktivis tersebut antara lain, usut tuntas kasus Bank Century, tegakan pemberantasan korupsi, hentikan upaya kriminalisasi KPK dan gerakan sipil, hukum Anggodo dan makelar kasus yang telah merusak tatanan hukum dan nama baik Republik Indonesia, serta adili oknum-oknum penegak hukum yang telah membohongi dan melukai hati rakyat.
Aksi demo yang berjalan damai itu akhirnya bubar menjelang salat Jumat dan mereka menempelkan poster yang dibawanya di gerbang sebelum meninggalkan tempat aksi.(A-58/kur)***
BANDUNG, (PRLM),-Belasan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) cabang Bandung melakukan aksi terkait polemik kasus korupsi dan penegakan hukum di Indonesia, di pintu masuk Gedung Sate Jln. Diponegoro Kota Bandung, Jumat (13/11).
Dengan membawa poster-poster bernada kritikan terhadap pemerintah, mereka berorasi sembari duduk-duduk di depan gerbang di bawah penjagaan polisi. Selain berorasi, mereka meminta anggota dewan untuk menandatangani tuntutan yang mereka sampaikan.
Lima tuntutan yang disampaikan para aktivis tersebut antara lain, usut tuntas kasus Bank Century, tegakan pemberantasan korupsi, hentikan upaya kriminalisasi KPK dan gerakan sipil, hukum Anggodo dan makelar kasus yang telah merusak tatanan hukum dan nama baik Republik Indonesia, serta adili oknum-oknum penegak hukum yang telah membohongi dan melukai hati rakyat.
Aksi demo yang berjalan damai itu akhirnya bubar menjelang salat Jumat dan mereka menempelkan poster yang dibawanya di gerbang sebelum meninggalkan tempat aksi.(A-58/kur)***
BANDUNG, (PRLM),-Belasan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) cabang Bandung melakukan aksi terkait polemik kasus korupsi dan penegakan hukum di Indonesia, di pintu masuk Gedung Sate Jln. Diponegoro Kota Bandung, Jumat (13/11).
Dengan membawa poster-poster bernada kritikan terhadap pemerintah, mereka berorasi sembari duduk-duduk di depan gerbang di bawah penjagaan polisi. Selain berorasi, mereka meminta anggota dewan untuk menandatangani tuntutan yang mereka sampaikan.
Lima tuntutan yang disampaikan para aktivis tersebut antara lain, usut tuntas kasus Bank Century, tegakan pemberantasan korupsi, hentikan upaya kriminalisasi KPK dan gerakan sipil, hukum Anggodo dan makelar kasus yang telah merusak tatanan hukum dan nama baik Republik Indonesia, serta adili oknum-oknum penegak hukum yang telah membohongi dan melukai hati rakyat.
Aksi demo yang berjalan damai itu akhirnya bubar menjelang salat Jumat dan mereka menempelkan poster yang dibawanya di gerbang sebelum meninggalkan tempat aksi.(A-58/kur)***
BANDUNG, (PRLM),-Belasan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) cabang Bandung melakukan aksi terkait polemik kasus korupsi dan penegakan hukum di Indonesia, di pintu masuk Gedung Sate Jln. Diponegoro Kota Bandung, Jumat (13/11).
Dengan membawa poster-poster bernada kritikan terhadap pemerintah, mereka berorasi sembari duduk-duduk di depan gerbang di bawah penjagaan polisi. Selain berorasi, mereka meminta anggota dewan untuk menandatangani tuntutan yang mereka sampaikan.
Lima tuntutan yang disampaikan para aktivis tersebut antara lain, usut tuntas kasus Bank Century, tegakan pemberantasan korupsi, hentikan upaya kriminalisasi KPK dan gerakan sipil, hukum Anggodo dan makelar kasus yang telah merusak tatanan hukum dan nama baik Republik Indonesia, serta adili oknum-oknum penegak hukum yang telah membohongi dan melukai hati rakyat.
Aksi demo yang berjalan damai itu akhirnya bubar menjelang salat Jumat dan mereka menempelkan poster yang dibawanya di gerbang sebelum meninggalkan tempat aksi.(A-58/kur)***

0 komentar:
Posting Komentar